Antara Dia Dan Keyakinan


Entah kisah ini pantas dianggap sebagai kisah inspiratif atau tidak. Namun ini adalah sebuah kisah nyata seorang anak laki-laki yang harus berjuang keras untuk bisa mencapai posisinya saat ini. Menjadi salah satu orang yang berpengaruh dan dikenal di daerahnya, banyak lika-liku yang harus dihadapinya. Mendengar kisah perjalanan hidupnya membawaku pada keyakinan yang lebih akan kuasa Tuhan YME.

Anak laki-laki ini telah tumbuh menjadi seorang dewasa, memiliki seorang istri dan 3 orang anak. Keluarga kecilnya kini hidup bahagia dan berkecukupan. Tak terbayangkan betapa laki-laki itu harus berjuang dan melewati lika-liku yang tidak mudah dalam perjalanannya meraih kesuksesan. Dan semua kisah perjuangannya dimulai sejak kematian kedua orang tuanya.

Setelah kematian kedua orang tuanya, laki-laki kecil berbadan ceking itu harus tinggal bersama paman dan bibinya. Oleh paman dan bibinya laki-laki ini disekolahkan di sebuah SMP negeri yang tak jauh dari rumah. Laki-laki kecil ini juga diberi tugas untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga setiap kali telah selesai sekolah. Mencuci piring atau menyapu bukan lagi hal yang baru baginya. Bahkan, laki-laki ini tak sempat bermain dengan teman-temannya. Setiap bel sekolah tanda pelajaran berkahir berbunyi, laki-laki kecil itu akan segera berjalan kaki pulang ke rumah untuk segera membantu bibinya di rumah.

Tiga tahun menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah pertama, laki-laki berbadan ceking itu merantau. Banyak teman-teman sekolahnya kehilangan berita dirinya. Hanya 3 tahun setelah kelulusan SMP terdengar berita ia tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas. Namun setelahnya tak lagi jelas kabar beritanya, seolah hilang ditelan bumi.

Hingga diadakannya reuni SMP beberapa tahun silam. Laki-laki yang dulu berbadan ceking itu datang dengan mengendarai sebuah mobil, bersepatu kinclong, dan berpakaian necis. Semua hadirin yang hadir terhenyak melihatnya. Beberapa bahkan mencoba mengingat siapa sesungguhnya laki-laki yang wajahnya tampak bersinar bahagia ini. Banyak yang lupa bahkan tak mengenal nama laki-laki yang kini dapat dikatakan telah berhasil itu. Dengan senyum di bibirnya, laki-laki itu menyalami teman-teman dan guru-gurunya. Sembari bersalaman laki-laki itu menyebutkan namanya dengan gaya santai tanpa kesan tersinggung meski banyak yang tak mengenalnya.

Laki-laki itu kini telah menjelma menjadi seorang yang berpengaruh. Namun hebatnya laki-laki itu tak menunjukkan kesombongan sedikitpun. Laki-laki itu justru bersikap sangat sopan dan bersahabat, ia sangat rendah hati dan bersahaja. Sejak reuni itu setiap kali ada teman yang datang di sekitar tempat tinggalnya tanpa segan laki-laki itu menjemput, mengajak makan, bahkan mengajak untuk berkenalan dan berkumpul bersama keluarganya. Dan hal itu dilakukan pada semua temannya tanpa terkecuali.

Hebatnya lagi adalah laki-laki itu selalu bersyukur atas apa yang dimiliki dalam hidupnya. Saat ditanya soal keluarga paman dan bibinya, keluarlah kata-kata yang sontak membuatku serasa ditampar, “Ya, apapun yang pernah terjadi itu adalah bagian dari perjalananku. Jika aku tak pernah tinggal bersama paman dan bibi, jika tak mendapatkan pendidikan seperti itu mungkin aku tak akan pernah mencapai titik ini. Dari ajaran merekalah aku punya tekad untuk mengubah hidup, hingga akhirnya aku berhasil sekarang ini.”

Kalimat itu terasa bagaikan sindiran bagiku. Aku jadi sadar bahwa aku terlalu banyak mengeluh akan hidupku. Aku masih jauh lebih beruntung darinya, punya orang tua yang utuh dan lengkap. Lika-liku perjalananku pun tak serumit perjalanannya. Harusnya aku bisa lebih menyukuri apa yang kupunya, dan berjuang untuk mencapa hidup yang lebih baik. Sesungguhnya memang tak ada kesuksesan yang diperoleh dengan jalan yang mudah, sehingga kegagalan dan hambatan akan selalu menyertai. Tapi seperti yang dkatakan laki-laki itu bahwa rasa syukur harus dimiliki, berjuang itu harus dilakukan, dan sisanya serahkan pada Tuhan YME.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Load comments