Kemana Sukacita Seharusnya Digantungkan?

Bersukacita, itu biasanya akan dirasakan orang saat hidup sedang tenang tanpa ada masalah berarti. Semua tercukupi, sehat, tidak ada beban, pekerjaan bagus dan stabil, keluarga semua baik. Artinya, saat hidup sedang berada pada titik yang bisa dinikmati, disanalah rasa sukacita itu muncul. Begitu kan biasanya? Sebab, bagaimana kita bisa bersukacita saat sedang punya beban atau berada dalam tekanan. Di saat hidup makin berat, harga terus naik, pemenuhan kebutuhan menjadi semakin berat saat pendapatan tidak lagi sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan, maka sukacita pun terampas dari hidup kita. Tidak ada lagi rasa bahagia dan gembira, senyum saja sulit.

Itulah yang akan terjadi ketika kita menggantungkan gembira-tidaknya kita kepada situasi yang tengah kita alami. Kalau kesana kita menggantungkan sukacita, bagaimana mungkin kita bisa merasakan sebuah sukacita yang stabil? Hidup akan selalu punya masalah-masalahnya sendiri. Dan itu bisa muncul tiba-tiba, pada saat yang tidak terduga. Maka sukacita kita pun akan selalu datang dan pergi. Sekarang senang, sebentar kemudian sudah panik atau sedih. Lalu bagaimana seharusnya? Masalah akan selalu bisa muncul kapan saja. Problems may come anytime, tapi sukacita kita seharusnya tidak boleh tergantung pada keadaan melainkan harus dipasang pada titik lebih tinggi di atasnya. Apa yang bisa membuat kita tidak harus kehilangan sukacita ditengah himpitan masalah?

Alkitab sudah memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Bukan hanya dalam satu kalimat saja tetapi pesan dan tips agar kita tidak kehilangan sukacita sudah disampaikan dalam banyak kesempatan. Perhatikanlah ayat bacaan hari ini yang secara jelas memberikan jawaban: "Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!" (Nehemia 8:10b) Firman Tuhan berkata bahwa kita tidak perlu bersusah hati, bersedih atau kecewa. Mengapa? Sebab sukacita seharusnya bukan tergantung dari dunia tapi karena kita memiliki Tuhan. Tuhanlah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan kita, benteng kita yang teguh, yang akan memampukan kita untuk tetap bisa dipenuhi sukacita meski situasi sedang tidak kondusif. Be not grieved and depressed, for the joy of the Lord is your strength and stronghold. Maka kalau sukacita dirasakan karena Tuhan dan bukan karena keadaan dalam hidup yang tengah dialami, sukacita kita tidak akan mudah terguncang dan hilang.

Tuhan berulang kali mengingatkan kita untuk senantiasa bersukacita dan memahami betul dari mana sumber sukacita itu berasal. Bersukacita tentu mudah jika kita sedang dalam kondisi baik dan berlimpah, tapi biasanya menjadi sulit ketika tengah didera masalah. Masalah kecil saja sudah bisa merusak mood atau suasana hati kita, apalagi kalau masalah besar. Apakah kita mampu? Tergantung kita sendiri, apa keputusan kita dan kemana kita menggantungkan hati kita. Ingat bahwa Tuhan mau kita mampu berada pada level di atas masalah yang ada dalam hidup, karena disanalah kita nantinya bisa mengukur seberapa besar iman kita pada Tuhan. Kalau saja kita mau belajar untuk percaya sepenuhnya dengan menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam tanganNya, kita pun akan berada dalam pemeliharaan Tuhan yang luar biasa. Itu janji Tuhan yang akan selalu ditepati. Oleh karena itu kita jangan sampai kehilangan sukacita. Kita harus bisa terus bersukacita, sekali lagi bukan tergantung situasi hidup tetapi karena Tuhan, dan sesungguhnya itulah kuncinya karena disana terletak perlindungan atas kita.

Jika kita membaca Galatia 5:22-23, maka kita bisa melihat bahwa sukacita merupakan salah satu buah Roh. Itu artinya, selama kita hidup dengan bimbingan Roh Kudus yang diam dalam diri kita, maka sukacita sudah seharusnya atau secara otomatis menjadi bagian dari hidup kita. Ingatlah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Seberat apapun beban yang anda hadapi hari ini, yang paling mustahil bisa selesai menurut logika terpintar kita sekalipun, itu hanya akan menjadi sebuah lahan subur bagi Tuhan untuk menyatakan kuasaNya. Dalam sukacita karena Tuhan terletak perlindungan kita, bukan dari baik tidaknya hidup yang tengah anda jalani hari ini.

Daud berkata: "dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." (Mazmur 37:4). Meski hati sedang tidak enak, mood sedang kacau, kita harus ingat bahwa Tuhan bisa memberi kelegaan dan menggantikan perasaan yang penuh kemelut dengan sebentuk hati penuh sukacita. Anda mungkin sulit untuk bisa menggantikannya sendiri, tetapi ayat ini mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang akan mengabulkan keinginan hati untuk terus bisa dipenuhi sukacita. Sukacita harus bersumber dari Tuhan, sukacita berasal dari Tuhan dan sukacita bergantung pada Tuhan. Sukacita tidak boleh berakar pada dunia dan situasi terkini kita tetapi harus berpusat pada Tuhan.

Adakah diantara anda yang saat ini tengah galau, berbeban berat, merasa kosong dan kehilangan sukacita? Atau anda merasa terlalu sulit untuk bisa mengembalikan sukacita dalam diri anda? Malam ini, datanglah kepadaNya, bukan untuk mengais harapan kosong, bukan untuk sekedar mencoba, tapi untuk membuktikan bahwa Tuhan bisa mengembalikan sukacita sepenuhnya tidak peduli apapun suasana hati anda saat ini. sandarkan seluruh hidup anda padaNya dengan sukacita, seperti halnya Daud yang berkata: "Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" (Mazmur 100:2). Mengapa? "Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." (ay 5).

Percayakan hidup anda sepenuhnya pada Tuhan, dan nikmatilah sukacita sesungguhnya ditengah kesulitan. "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4:4), demikian bunyi Firman Tuhan yang lain, dan kata 'sekali lagi' pada ayat ini menunjukkan penekanan supaya kita tidak lupa pada saat tengah berada dalam kesulitan hidup. Bersukacitalah senantiasa, bukan atas baik tidaknya hidup saat ini melainkan di dalam Tuhan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Load comments