Menakjubkan, Suami Istri Berhati Malaikat Ini Selama 26 Tahun Mengadopsi Puluhan Anak Difabel

Saat ini jaman semakin mengalami kemajuan saja. Kehidupan semakin modern dan gaya hidup pun semakin berubah. Jika dulu kehidupan penuh dengan kesedarhanaan, maka berbeda halnya dengan sekarang. Dimana sekarang kehidupan di dunia ini penuh dengan kemewahan. Karena tuntutan jaman ini maka tidak sedikit orang yang merubah gaya hidupnya. Meskipun kehidupannya sederhana tetapi justru mereka memaksakan segala cara agar bisa hidup mewah. Bahkan tidak jarang, ada beberapa orang yang melakukan tindakan-tindakan tidak baik untuk memenuhi semua itu.
Semakin majunya jaman maka banyak orang yang hidup sendiri atau individu. Mereka tidak mempedulikan orang-orang yang ada disekitarnya. Bahkan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang disekitarnya mereka enggan untuk melakukannya. Dan semakin hari kita semakin sulit untuk menemukan orang yang memiliki hati baik. Bahkan ada beberapa anggapan dari segelintir orang, bahwa saat ini justru yang banyak ditemukan hanyalah orang-orang yang berkedok palsu. Dimana mereka memanfaatkan kebaikan untuk dijadikan kedoknya. Namun sesungguhnya dibalik kebaikan tersebut ada motif lain yang tersembunyi.
Namun sebenarnya, anggapan tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Karena kenyatannya ada beberapa orang yang justru tidak hanya mempedulikan dirinya sendiri. Dimana ada segelintir orang yang memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi. Bahkan mereka tidak pernah mempedulikan dirinya sendiri dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi. Meskipun keberadaan orang seperti ini sangatlah langka. Tetapi setidaknya kita bersyukur karena orang-orang seperti ini masih bisa ditemukan. Dan untuk membuktikannya sendiri anda bisa menyimak kisah sepasang suami istri ini. Meskipun tuntutan jaman saat ini berbeda dengan jaman dahulu, tetapi mereka tidak pernah menganggap itu sebuah masalah. Jika semua orang saat ini memiliki sifat individualis, namun berbeda halnya dengan mereka. Dimana sepasang suami istri ini memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Bahkan seperti yang diketahui, mereka mendedikasikan hidupnya untuk berbuat baik yaitu dengan merawat anak-anak difabel.

Mencari Anak Difabel Untuk Dirawat

Untuk melakukan kebaikan tidak ada syarat yang harus dipenuhi. Apapun dan bagaimanapun keadaan kita baik itu susah ataupun bahagia, maka melakukan kebaikan adalah hal yang harus dilakukan. Kebaikan itu bisa berwujud dalam hal apa saja. Termasuk kebaikan untuk menolong sesama. Seperti halnya yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang bernama Chen Tianwen dan Guo Gairan. Dimana keduanya selama berpuluh-puluh tahun merawat anak difabel. Jumalah anak yang mereka rawat tidaklah satu atau dua, melainkan mereka merawat anak difabel dengan jumlah yang cukup mencapai puluhan orang anak.
Mereka sudah 26 tahun merawat anak-anak difabel. Seperti yang dilansir dari shanghaiist.com, aksi kebaikan mereka berawal ketika mereka dalam perjalanan pulang bekerja dari sebuah pabrik pupuk di daerah setempat. Ketika diperjalanan mereka menemukan sesosok bayi. Dimana bayi tersebut dalam keadaan tidak sempurna, keadaan tubuhnya cacat dan karena alasan itulah mungkin bayi malang tersebut dibuang oleh orang tuanya begitu saja. Dari sanalah jiwa kebaikan mereka muncul, karena merasa kasian kepada bayi itu akhirnya mereka memutuskan untuk membawanya pulang. Bahkan mereka pun merawat bayi tersebut dengan tiga orang anak lainnya di rumah. Dimana ketiga anak tersebut sebelumnya telah mereka rawat dari kecil.
Sejak ditemukannya bayi tersebut, maka mereka berdua percaya bahwa masih banyak sekali anak-anak difabel yang diterlantarkan oleh kedua orang tuanya. Untuk itulah, dalam setiap kesempatan mereka selalu mencari anak-anak difabel yang memiliki nasib kurang baik. Dengan kebaikannya tersebut mereka akan membawa anak-anak malang tersebut pulang ke rumahnya dan dirawat dengan baik.
Dari hari ke hari banyak sekali anak difabel yang mereka temukan sehingga akhirnya mereka rawat. Pada suatu hari kabar kebaikan pasangan suami istri tersebut sampai ke telinga pemerintah setempat. Pemerintah setempat merasa sangat bangga, karena disaat mereka tidak memperhatikan anak-anak yang kurang beruntung tersebut, ternyata masih ada warga mereka yang memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Dan karena pemerintah merasa tergugah, akhirnya pemerintah setempat memutuskan untuk memberikan bantuan kepada setiap anak sekitar 150 yuan atau sekitar 310 ribu perbulan.

Banyak Penolakan yang Didapatkan Oleh Pasangan Ini

Dengan banyaknya anak yang dirawat, Guo merasa kewalahan. Untuk itulah, ia memutuskan berhenti bekerja dan fokus untuk merawat dan membesarkan anak-anak terlantar yang mereka adopsi. Karena tidak ada pemasukan keuangan, maka ia mengandalkan pendapatan dari hasil bercocok tanam.
Pada awalnya, tetangga-tetangga mereka tidak bisa menerima keluarga Chen dan Guo. Karena semua tetangga merasa terganggu oleh anak-anak yang meraka rawat dan menurut para tetangga anak-anak tersebut bau dan tidak berpendidikan. Bahkan tidak jarang mereka pun memandang keluarga ini dengan sebelah mata.
Sebelumnya, para tetangga melarang anak-anaknya bermain dengan anak-anak adopsi Gua dan Chen. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan karena kegigihan pasangan suami istri yang sudah berusia 60 tahun ini akhirnya para tetangga bisa menerima mereka semua.
Tidak hanya dari para tetangga saja, tetapi penolakan tersebut juga datang dari anak sulung mereka yang bernama Junwei. Junwei anak sulung mereka tidak bisa menerima kondisi keluarga dan cara hidup keluarganya. Tidak jarang ia melakukan pemberontakan kepada ayah dan ibunya. Dan hingga akhirnya, Guo dan Chen mengatakan bahwa Junwei pun sebenarnya adalah anak adopsi seperti anak-anak lainnya. Mengetahui hal tersebut dan merasa tidak terima, Junwei kabur dari rumah dan tidak pernah kembali lagi.

Banyak Mendapatkan Bantuan

Semakin hari berita kebaikan keluarga ini semakin diketahui oleh banyak orang. Sejak berita mereka diberitakan dimedia, banyak sekali orang dermawan yang memberikan bantuan dan donasi. Bahkan saat ini pemerintah pun memberikan bantuan sebesar 1.000 yuan atau sekitar 2 juta rupiah kepada setiap anak per bulannya.
"Kami bukanlah orang idiot seperti apa yang dikatakan oleh banyak orang. Yang kami lakukan ini adalah sebuah kebaikan, kami hanyalah ingin menjadi contoh untuk orang lain," tutur Guo. Dalam setiap festival qinming atau ritual tahunan dengan ajaran Khonghucu, Guo dan Chen selalu mengadakan ritual untuk mengirim do'a kepada semua anak-anak adopsi mereka yang meninggal di usia belia.
Benar-benar sepasangan suami istri yang memiliki hati malaikat. Ternyata di jaman seperti sekarang ini kita masih bisa menyaksikan dan menemukan orang yang peduli kepada nasib anak-anak yang kurang beruntung seperti Guo dan Chen.
Nah sahabat, dengan sikap dan kebaikan yang mereka lakukan tersebut, maka secara tidak langsung mampu memberikan pelajaran untuk kita semua. Dimana kebaikan itu adalah hal utama yang harus dilakukan. Bukan untuk mencari pujian melainkan melakukan kebaikan semata-mata hanya karena Tuhan. Yakinlah jika kita selalu melakukan kebaikan, maka kita pun tidak akan sulit dalam mejalani hidup ini. Karena jika kita membutuhkan bantuan maka kita bisa dengan mudah mendapatkan bantuan dari orang lain. Semoga sepasang suami istri hebat ini selalu diberikan kebahagiaan oleh Tuhan.
Menarik?? Bantu Share Yukk..

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Load comments