Mengharuhkan Kakek Suwandi, Badut Penghibur Anak-anak dengan Kostum “Winnie the Pooh”



Di Liponsos Sidoarjo, Kakek Suwadi (74 tahun) dan Karsi, perempuan yang mengaku istri kakek badut penderita stroke itu, ditempatkan di ruangan yang terpisah. Sejak diajak ke Liponsos Sidoarjo, Minggu (14/6/2015) siang, Karsi terus meminta untuk diizinkan pulang ke Mojokerto.
Memang, selama setahun meraup nafkah sebagai badut Winnie the Pooh di sekitar Lippo Mal Sidoarjo, keduanya tetap tinggal di Dusun Bulu, Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Mojokerto. Demikianlah yang dikatakan oleh Karsi kepada Husni Tamrin Kepala Dinsosnakertrans Sidoarj.
Untuk menempuh jarak Mojokerto – Sidoarjo, Karsi mengaku mereka berangkat pagi-pagi naik bus ke Terminal Bungurasih, lalu naik kendaraan umum hingga sampai di tempat mereka biasa bekerja. Mereka bekerja dengan kostum badut masing-masing kadang hingga petang.

“Yang didapati oleh petugas, sampai tadi siang (Minggu siang, Red) mereka sudah membawa uang Rp268 ribu,” ujar Husni Tamrin.


Husni kembali menanyakan kepada Karsi dan Suwadi yang diminta duduk berdampingan di sebuah 
ruangan di Liponsos Sidokare, Sidoarjo.
Suwandi saat berjalan di Pintu Tol Sidoarjo, Minggu (14/6/2015). Foto: Eddy Prastyo
“Sehari bisa dapat berapa?” tanya Husni. “Ya sekitar 150 ribu sampai 160 ribu.” jawab Karsi, perempuan yang sempat mengaku kepada petugas Dinsosnaker sebagai putri Suwadi.
“Kalau hari Minggu bisa lebih, sekitar 200 ribu sampai 250 ribu,” tambahnya.
Namun, apa yang dikatakan oleh Karsi berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Suwadi.
Suwandi saat berjalan di Pintu Tol Sidoarjo, Minggu (14/6/2015). Foto: Eddy Prastyo

Ketika Karsi diminta untuk istirahat lebih dulu ke kamar yang sudah disediakan oleh petugas Liponsos Sidoarjo, tinggal Suwadi yang diminta tetap duduk di ruangan tersebut. Saat itu, Husni kembali menanyakan pertanyaan yang sebelumnya sudah dijawab oleh Karsi.
“Kalau sudah 500 (ribu) baru pulang ke Mojokerto lagi,” kata Suwadi dengan bahasa jawa kromo. Kadang-kadang, tambahnya, mereka bisa mendapatkan lebih dari jumlah tersebut.
Namun mereka berdua tidak bekerja setiap hari. Rata-rata setiap minggunya mereka hanya bekerja selama empat hari. Terutama pada hari Sabtu dan Minggu, lalu memilih dua hari pada hari kerja.
kakek-suwandi-badut-penghibur
“Senin, Selasa Rabu libur, Kamis, Jumat libur, Sabtu Minggu biasanya ramai,” ujar pria kelahiran Surabaya pada tahun 1940 itu.
Sehingga, bisa diperkirakan penghasilan mereka dalam sebulan antara Rp8 juta hingga Rp9 juta. Selama setahun bekerja sebagai badut di Sidoarjo, Suwadi mengaku bisa membangun rumah di Dusun Bulu, Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Mojokerto itu.
“Habis 70 (juta rupiah, Red),” kata Suwadi. Tidak hanya itu, Suwadi juga menyebutkan, hasil kerjanya untuk membeli sebuah sepeda motor Yamaha vixion dan sebuah sepeda motor matic yang dia lupa merknya.
Tolong sebarkan artikel ini kepada semua teman-teman kamu ya, dengan menekan tombol share dibawah ini :) Thankyou

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Load comments