Inilah Isi Pidato Bung Tomo, 10 November 1945 Silam Tepat di Hari Pahlawan

Berita Terbaru: Inilah Isi Pidato Bung Tomo, 10 November 1945 Silam Tepat di Hari Pahlawan
Acaranews.com – Inilah Isi Pidato Bung Tomo, 10 November 1945 Silam Tepat di Hari Pahlawan Tepat pada hari ini, 10 November 2015 bangsa Indonesia merayakan peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Yaitu, peristiwa 10 November 1945, yang kerap disebut sebagai hari Pahlawan dan ‘Battle of Surabaya’. Namun, kita harus ingat apabila peristiwa bersejarah tersebut, tak akanlepas dari sosok pejuang dan pahlawan Indonesia, Bung Tomo.
Bung Tomo adalah seorang pria bernama asli Sutomo dilahirkan di kota Surabaya, pada tanggal 3 Oktober 1920 silam, Ia bisa disebut menjadi salah seorang tokoh kunci dan pahlawan bangsa ketika adanya perlawanan dari arek-arek Suroboyo, pada insiden mengusir semua tentara Inggris yang dimotori oeh penjajah Belanda, pada sebuah pertempuran bersejarah yang terjadi pada 10 November 1945, yang selalu diperingati sebagai ‘Hari Pahlawan’.
Ternyata, ada sebuah teks Pidato yang sangat heroik juga penuh perlawanan dari sosok Bung Tomo sesaat dan sebelum berlangsungnya pertempuran tersebut, sehingga, pidato Bung Tomo tersebut langsung membuat arek-arek Surabaya untuk terus memilih berjuang dan abaikan ultimatum dari seorang pimpinan pasukan Inggris bernama Mayor Jenderal Mansergh.
Dengan menggunakan media stasiun radio saat itu, Bung Tomo langsung mengomando juga mengobarkan semangat untuk terus berjuang bagi para pejuang rakyat. Hentakan heroik tersebut terkenal dengan semboyan ”Merdeka Atau Mati” dan ternyata terbukti bisa langsung membakar semangat para pejuang yang ada di Surabaya.
Inilah Isi Pidato Bung Tomo, 10 November :
Bismillahirrohmanirrohim…. Merdeka!!!
Saudara rakyat jelata yang ada di seluruh wilayah Indonesia, khususnya yang ada di Surabaya. Kita semuanya sudah mengetahui. Apabila hari ini para tentara Inggris sudah menyebarkan banyak pamflet yang akan memberikan suatu ancaman pada kita semua. Oleh karena itu, Kita semua diwajibkan pada dalam waktu yang telah mereka tentukan, menyerahkan semua senjata yang sudah kita rampas dari para tangan tentara Jepang. Mereka sudah minta agar kita datang kepada mereka dengan mengangkat tangan kita. Mereka malahan sudah minta agar kita semua harus datang pada mereka tersebut, dengan bawabendera putih sebagai tanda jika kita ini menyerah kepada mereka
Saudara saudara…..
Ingat!, jika di dalam semua pertempuran yang lampau, kita semua sudah memperlihatkan jika kita sebagai rakyat Indonesia di Surabaya, Pemuda-pemuda yang asalnya dari Maluku, Pemuda-pemuda yang asalnya dari Sulawesi, Pemuda-pemuda yang asalnya dari Pulau Bali, Pemuda-pemuda yang asalnya dari Kalimantan, Pemuda-pemuda yang asalnya dari seluruh Sumatera,
Pemuda Aceh, Tapanuli, dan semua pemuda yang ada di Indonesia yang berada di Surabaya ini.
Dengan para pasukan mereka masing-masing, dengan pasukan rakyat yang telah dibentuk pada kampung-kampung, hal itu sudah menunjukkan jika satu pertahanan yang tak dapat diruntuhkan musuh. Hal ini sudah menunjukkan satu kekuatan, hingga mereka merasakan terjepit di mana-mana. Hanya akibat taktik yang sangat licik daripada mereka tersebut wahai saudara-saudara. Dengan mendatangkan bapak Presiden dan para pemimpin lain ke Surabaya, maka kami ini tunduk untuk memberhentikan atas pertempuran. namun, pada masa sekarang ini, mereka sudah memperkuat diri, dan usai mereka sekarang kuat, inilah keadaannya.
Saudara saudara kita semuanya,
Kita adalah bangsa indonesia yang berada di Surabaya, akan terus menerima semua tantangan dari para tentara Inggris, dan apabila para pimpinan tentara Inggris yang berada di Surabaya, mengharapkan apa dari semua jawaban rakyat Indonesia, lalu ingin mendengarkan atas apa jawaban dari seluruh pemuda yang ada di Indonesia khsusunya di Surabaya ini. Maka, silahkan dengarkanlah ini wahai tentara Inggris. Ini adalah jawaban kita,
Ini adalah jawaban rakyat di Surabaya, ini adalah jawaban semua pemuda yang ada di seluruh Indonesia kepada kalian semua.
Wahai tentara Inggris!
kalian menghendaki jika kita ini akan bawa bendera putih dengan mengatakan kita takluk kepada kalian, kalian juga yang menyuruh kepada kita untuk mengangkat tangan lalu mendatangi kamu, kalian juga yang  menyuruh kami membawa semua senjata yang sudah kami rampas dari Jepang, dengan tujuan agar diserahkan kepadamu
Saudara saudara semua rakyat di Surabaya, bersiaplah dengan keadaan genting!, namun saya peringatkan sekali lagi, kalian jangan mulai menembak, Baru menembak jika kita ditembak, maka kami akan ganti untuk menyerang mereka tersebut, kita tunjukkan apabila kita ini rakyat yang ingin merdeka. Dan bagi kita saudara-saudaraku semua,
Lebih baik kita ini hancur lebur, daripada kita semua tidak merdeka. Ingat!, Semboyan kita masih tetap: merdeka atau mati!!
Dan akhirnya kita semua yakin saudara-saudaraku, pada akhirnya pasti kita akanmemperoleh kemanangan, karena Allah SWT akan terus dan selalu ada di pihak kita, sebagai orang yang benar. Ingat! Percayalah hal ini wahai saudara-saudara. Tuhan akan senantiasa melindungi kita sekalian.
Allahu, Akbar!, Allahu, Akbar!, Allahu, Akbar!
Merdeka!!!Merdeka!!!Merdeka!!!.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Load comments