Kakek Penjual cendol ini Tetap Berjuang

Si kakek penjual cendol ini tanpa sengaja berteduh di depan kantor dengan baju yg sudah lusuh dan raut muka capek.
Akhirnya kami berinisiatif untuk membeli cendolnya, bukan karena haus, tapi sekadar ingin sedekah (berbagi) karena jualan es di waktu hujan akan sedikit menghambat rizkinya.
Setelah memberikan cendolnya kepada kami, kami ajak beliau masuk kantor terlebih dahulu.
“Aki sudah lama jualan es?” tanya kami.
“Sudah dari tahun 86 aki jualan,” jawabnya
“Emangnya Aki sudah brapa tahun umurnya?”
“Sekarang aki sudah 80 tahun.”
Begitu dan selanjutnya percakapan kami terus berlanjut hingga hujan reda dan si Kakek hendak pamit… sebelum pamit kami membayar sedikit lebih banyak dan memberi sedikit bingkisan buat beliau.
“Ki, ini ada sedikit uang dan bingkisan dari kami, terima yah Ki, doakan kami biar berkah,” ungkap kami.
Dengan wajah terharu dan suara yang nyaris tidak terdengar beliau mengucapkan terima kasih dan doa.
Setahu kami beliau adalah kakek yang senantiasa istiqamah berjuang dan tidak mau bergantung kepada orang lain trmasuk anaknya.
Beliau juga orang yang senantiasa istiqamah shalat berjama’ah di masjid. Semoga beliau diberikan keberkahan dalam hidupnya.
Banyak netizen yang memberikan doa yang baik kepada si kakek penjual cendol ini,
Ya ALLOh bapak smoga slalu di lindungi oleh ALLOH mungkin klo anak mencukupi hidup ny sehari-hari kakek ini ga akan brjualan seperti itu,pada kmn anak ny, Mungkin jg dia ga pny anak” tulis Nur Lela dalam komentarnya.
semoga allah senantiasa melimpahkan rizqi kepada orang yg berniat dan membantu serra menolong kakeq ini kapan saja…. amiiii….n yaaarobbal’alamiiii….n..” tambah Sapri Udin.
Sementara netizen lain mendoakan semoga kakek ini dapat kebahagiaan dunia dan akhirat,
Itulah dunia aki semuanya dpt…. Kesenagan dunia dan akhirat dia dpt,,,insyaallah…aku yakin dia senang berdagang…bukan karna kebutuhan…dia senang sedekah untuk dirinya dan keluarganya…si aki arang merdeka….gak punya penghasilan tetap tapi tetap berpenghasilan..insyaallah saya paham itu.” tulis Feniardian.
Nah, si kakek yang sudah tua saja masih semangat untuk berjuang. Bagaimana dengan kita yang masih muda dan kuat? Masihkah kita malas-malasan? Tidakkah kita malu pada si kakek ini? 
"Menarik? Bantu Share Yukk..!"

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Load comments