Qualcomm monopoli prosesor, Google ingin produksi chip

post-feature-image
Acaranews.com Google sepertinya mulai gerah dengan Qualcomm dengan chip buatannya, dan berencana untuk melihat situasi pengembangan prosesor dan pengolah grafis. Menurut laporan Ars Technica, Google tidak melihat ada keinginan Qualcomm untuk membuat prosesor mobile yang mampu mendorong sistem operasi Android milik mereka untuk memasuki dunia baru virtual yang lebih mendekati kenyataan dengan tingkat kecepatan memadai. 


Salah satu tuntutan bisnsi dari Google adalah kebutuhan performa prosesor untuk kamera dan gambar yang tidak dapat diberikan oleh perusahaan chipset saat ini. Rumor ini telah berkembang sejak dua tahun lalu, saat itu ada rencana Google untuk memberikan kesempatan bagi Intel mengembangkan chip server milik mereka.

Beberapa perangkat bermerek Google yang saat ini membutuhkan dukungan pemroses gambar adalah Chromebook, virtual reality serta ponsel dan tablet yang saat ini terus dikembangkan oleh Google.

Tahun ini memperlihatkan kekecewaan Google terhadap Qualcomm setelah Qualcomm dinyatakan telah memonopoli prosesor dan modem untuk hampir semua perangkat Android. Qualcomm selalu mengklaim bahwa produk mereka mampu mengatasi ruang kecil untuk chip terintegrasi buatan mereka seperti prosesor CPU, GPU, serta modem jaringan 3G dan 4G.

Tidak mengherankan jika Qualcomm mampu melakukan monopoli pada bisnis itu. Perusahaan ini terkenal dengan kemampuan mereka untuk memberikan izin penggunaan dari pihak pengadilan yang bertanggung jawab masalah peralatan komunikasi di Amerika.

Tahun ini beberapa kritik disampaikan kepada Qualcomm terkait cara mereka memproduksi chip yang "suka hati", terutama setelah masalah cepat panas pada smartphone pengguna chip Snapdragon 810. Selain masalah panas, chip Snapdragon 808 diklaim tidak memiliki performa seperti apa yang dijanjikan pada Samsung dan Apple. Belum lagi chip yang lebih murah seri 615 dan 410 yang tidak memiliki kemampuan pengolah grafis seperti apa yang diharapkan untuk ditanamkan pada perangkat virtual reality Google.

Qualcomm telah mendengar keluhan dan kritikan tersebut, sehingga mereka baru saja merilis prosesor Snapdragon 820. Menurut mereka, prosesor jenis terbaru ini tidak memiliki masalah panas bagi para industri smartphone yang membutuhkan performa GPU. Meski Qualcomm menyatakan itu, belum ada konfirmasi dari para industri ponsel mengenai kebenaran chip tanpa panas itu.

MediaTek yang terus berusaha menandingi chip buatan Qualcomm, sepertinya harus puas dengan pasar chip murah sebab tidak mampu menghadirkan performa yang dibutuhkan. Sementara prosesor Intel Atom saat ini sudah menjadi bagian dari Qualcomm.

Pembuatan chip adalah hal yang kompleks. Tidak seperti prosesor, chipset memiliki kinerja yang jauh lebih berat, karena merupakan kesatuan dari beberapa fungsi yang terintegrasi. Dan proses pengembangan sebuah chip butuh bertahun-tahun, dan diam-diam Google telah melakukan penelitian terkait dengan chip beberapa tahun belakangan ini. Tentu saja Google sudah memiliki teknologi itu, tetapi tidak ingin menjadi perusahaan manufaktur atas chipset.

Intel atau Qualcomm harus bekerja lebih baik untuk memberikan hasil yang juga lebih baik terutama dalam kinerja prosesor mereka untuk memproses gambar/grafis seperti yang diharapkan oleh Google, karena jika tidak, Google yang telah menguasai pasar, juga telah memiliki desain chip mereka sendiri, bisa saja masuk dalam bisnis itu, dan jika Google sudah memulai masuk bisnis chipset, itu akan menjadi bencana besar bagi perusahaan chip seperti Qualcomm atau MediaTek.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Load comments